Abhan : Panwaslu Kecamatan Jangan Berpikir Ad Hoc

by admin

Labuhanbatu Selatan, Bawaslu Sumut – Ketua Bawaslu Republik Indonesia Abhan meminta jajaran pengawas pemilu tingkat kecamatan bisa menambah pengetahuannya tentang kepemiluan. “Jangan karena badan ad-hoc pikiran juga ad-hoc. Sebab suksesnya pilkada serentak 2020 yang berkualitas mampu melahirkan pemimpin yang dikehendaki rakyat,” ujar Ketua Bawaslu RI, Abhan, di sela-sela Konsolidasi Panwaslu se-Kecamatan di Kabupaten Labusel, di Hotel Grand Suma, Labuhanbatu Selatan, Rabu (4/3/2020).

Bawaslu Provinsi serta jajarannya, tambah Abhan, harus benar-benar menunaikan pilkada 2020 ini dengan memberikan bimtek peningkatan kapasitas pengawas kecamatan serta desa dan kelurahan. Termasuk mengawasi pencalonan perseorangan. “Libatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan,” tukas Abhan lagi.

Untuk menyukseskan Pilkada 2020 nanti, penyelenggara pemilu khususnya Bawaslu tidak bisa bekerja seorang diri. Dia menegaskan, sinergi masyarakat dan stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya sangat penting dilakukan. Oleh karenanya, Abhan meminta masyarakat terlibat aktif dalam melakukan pengawasan pilkada.

“Dalam meningkatkan pemahaman pelanggaran maupun pengawasan dilakukan oleh pengawas TPS. Karena yang menentukan sah tidak sahnya surat suara adalah pengawas TPS . Jadi metode yang mereka butuhkan bukan hanya verbal melainkan metode video tutorial juga. Sehingga jelas mana yang boleh dan tidak boleh, mana yang seharusnya dilakukan dalam melakukan pengawasan di TPS,” jelas Abhan.

Abhan juga menyebut, sektor utama pilkada ada pada jajaran Bawaslu daerah yang melakukan pengawasan, penindakan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa pilkada. Hanya saja dirinya menekankan, upaya pencegahan harus terus dilakukan oleh jajaran Bawaslu daerah yang menggelar pilkada. “Sektor potensial ada di Bawaslu daerah. Sebagai penggerak sektor lainnya saya minta upaya pencegahan diutamakan untuk meminimalisir pelanggaran,” jelas dia.

Pilkada berkualitas juga di tentukan dengan kesadaran antipolitik uang. Peserta pemilu serta seluruh masyarakat harus memiliki satu pandangan untuk menolak politik uang agar melahirkan pemimpin yang jujur. “Jangan hanya karena badan ad-hoc, pikiran jadi ad-hoc, jangan mudah tergiur dan mengesampingkan integritas, jadi pengawas itu harus komitmen,” tegas Abhan.

Kepercayaan publik terhadap Bawaslu, kata Abhan lagi, dapat menjadi pemicu semangat bagi pihaknya untuk mengawasi pemilu secara professional dan berintegritas.

Penulis   : Qara Nadira
Foto         : M.Desdi

You may also like

Leave a Comment