Pengawas tak Boleh Remeh

by admin

Batubara, Bawaslu Sumut – Pengawas pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus memiliki cara pandang berbeda dari orang awam, pada setiap peristiwa tahapan pemilihan. Cermat dan tidak memandang remeh terhadap sebuah peristiwa atau kegiatan yang sedang diawasi.

“Jangan remehkan sebuah kejadian atau situasi apapun. Tetap harus ada kewaspadaan dan harus ada kecurigaan,” kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis Pengawasan Kampanye di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asahan tahun 2020, di Ballroom Singapore Land, Batubara, Jumat (16/10/2020).

Pada tahapan kampanye, Pengawas wajib hadir dan mengawasi meskipun kegiatan singkat dan tidak melibatkan orang banyak. Situasi ramai atau tidak, singkat atau lama bukan menjadi indikator tidak terjadi pelanggaran.

Di hadapan panitia pengawas pemilihan (Panwascam) se Kabupaten Asahan, Afifuddin menegaskan bahwa kehadiran Pengawas untuk menjalankan dua fungsi, yakni pencegahan dan penindakan, sesuai dengan aturan. Dalam melaksanakan kerja pengawasan, Panwascam harus solid, kompak dan sejalan dalam konsep kolektif kolegial. Sebagai satu badan harus satu kesatuan.

Kunjungan Afifuddin ke Sumatera Utara dalam rangka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Tim Pemeriksa Daerah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Dalam agenda yang cukup padat, Koordintor Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu RI ini menyempatkan sosialisasi tentang netralitas Aparatur Sipil Negara di Kota Medan, mengunjungi Kantor Bawaslu Kabupaten Batubara.

Dalam kunjungannya, Afifuddin didampingi Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Sumut, Syafrida R Rasahan, Suhadi Sukendar Situmorang, Marwan, Henry Sitinjak, Agus Salam, Hardi Munte dan Johan Alamsyah, serta jajaran Sekretariat Bawaslu Sumut. (*)

Penulis : Edward F Bangun
Editor  : Edward F Bangun
Foto    : Wika

You may also like

Leave a Comment