Memimpin dengan Hati: Refleksi Kepemimpinan Humanis dalam Konsolidasi dan Halal Bi Halal Bawaslu RI 1447 H
|
Acara Halal Bi Halal Bawaslu RI 1447 H yang dipandu oleh MC Cakra Widya dan Nira Cesa menjadi momen penting untuk merajut kembali tali persaudaraan pasca-tugas pengawasan yang intens. Melalui rangkaian pidato dari para pimpinan hingga tausiyah inti, terpancar satu pesan kuat yaitu Pentingnya Kepemimpinan yang Humanis.
Selanjutnya pesan Sinergitas dan Pelayanan Internal yang disampaikan oleh Kepala Biro SDM dan Umum, Jufri Syahruddin dalam laporan panitia pelaksana,beliau mengawali dengan menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang berlandaskan kekeluargaan. Hal ini dipertegas oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Ferdinan Eskol Sirait yang menyoroti bagaimana sekretariat sebagai sistem pendukung harus berjalan beriringan dalam harmoni untuk menjaga marwah lembaga.
Sambutan Ketua Bawaslu RI menyoroti soal Kepemimpinan yang Mengayomi, Rahmat Bagja dalam pidato utamanya memberikan apresiasi yang mendalam bagi seluruh jajaran. Beliau menekankan bahwa kekuatan Bawaslu terletak pada kemampuannya untuk saling menguatkan di tengah tekanan tugas. Kepemimpinan humanis ala Bagja terlihat dari cara beliau memandang setiap anggota pengawas sebagai bagian tak terpisahkan dari keberhasilan demokrasi Indonesia.
Puncak acara sekaligus menu utama merupakan sentuhan moral dari Ustadz Das'ad Latif yang mana puncak pesan humanisme disampaikan secara lugas oleh beliau. Dalam tausiyahnya yang berdurasi hampir satu jam, beliau mengingatkan bahwa esensi Halal Bi Halal adalah memanusiakan manusia. Beliau menekankan bahwa jabatan dalam pengawasan pemilu adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati. "Jabatan itu ada batasnya, tapi hubungan antar manusia adalah abadi," menjadi pengingat bagi seluruh pemimpin di Bawaslu untuk selalu mengedepankan etika dan kasih sayang dalam memimpin.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu dari 38 Provinsi serta 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia termasuk juga jajaran Bawaslu lainnya yang mengikuti kegiatan ini secara daring.
Pesan utama dalam acara ini yaitu kepemimpinan humanis di Bawaslu RI bukan sekadar teori, melainkan praktik yang ditunjukkan melalui apresiasi, dukungan sekretariat, hingga penguatan moral keagamaan. Melalui momen ini, Bawaslu kembali ke fitrahnya: sebuah lembaga yang kuat karena manusianya saling menghargai.
Penulis : Desdi
Foto : Humas