Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sumut Gelar Bedah Buku “Jejak Pengawasan Pilkada”, Perkuat Refleksi dan Dokumentasi Pengawasan Pemilu

1

Bedah buku "Jejak Pengawasan Pilkada", diselengarakan secara daring dan luring Kamis, (8/10/2026) di Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Utara.

 

Medan — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Bedah Buku Jejak Pengawasan Pilkada pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Panelis Dr. Pangi Syarwi Chaniago, S.I.P., M.I.P. pengamat politik dari Voxpol Center dan Dr. Raja Ahab Damanik, S.H.,M.Hum Anggota KPU Provinsi Sumatera Utara sebagai panelis, serta dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara M.Aswin Diapari Lubis dan Anggota Suhadi Sukendar Situmorang, perwakilan penulis, dan jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, KPU Provinsi Sumatera Utara dan KPU Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Alumni SKPP/P2P, Pemantau Pemilu, Editor, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Pemuda, Organisasi Perempuan, Lembaga Keagamaan, Kampus dan mitra Bawaslu lainnya yang dilaksanakan secara daring.

Hadir juga secara daring Anggota Bawaslu Republik Indonesia Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Lolly Suhenty yang menyampaikan bahwa penulisan buku Jejak Pengawasan Pilkada merupakan langkah penting dalam mendokumentasikan perjalanan pengawasan pemilihan, sekaligus menjaga agar pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh tidak hilang seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, setiap pelaksanaan pemilihan menghadirkan dinamika, tantangan, dan pengalaman yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengawas pemilu. Oleh karena itu, pengalaman tersebut perlu direkam dan dituliskan agar dapat menjadi referensi bagi pengembangan pengawasan pemilu yang lebih baik pada masa mendatang.

“Buku Jejak Pengawasan Pilkada bukan sekadar catatan tentang apa yang telah dilakukan, tetapi juga merupakan upaya untuk merawat ingatan kelembagaan dan mewariskan pengetahuan kepada generasi pengawas berikutnya. Setiap pengalaman dalam pengawasan memiliki nilai pembelajaran yang penting untuk terus dikaji, dievaluasi, dan dikembangkan. Dengan mendokumentasikan perjalanan tersebut, kita memastikan bahwa pengalaman hari ini dapat menjadi bekal bagi pengawasan pemilu dan pemilihan di masa depan,” ujar Lolly dalam opening speechnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penulis yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku Jejak Pengawasan Pilkada. Menurutnya, penulisan buku tersebut merupakan langkah penting dalam mendokumentasikan perjalanan, pengalaman, dan dinamika pengawasan Pilkada di Sumatera Utara.
Aswin juga menyampaikan bahwa buku ini tidak hanya menjadi catatan sejarah kelembagaan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan referensi bagi jajaran pengawas pemilu dalam melaksanakan tugas pengawasan pada masa mendatang.

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh penulis yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk menyusun buku Jejak Pengawasan Pilkada. Pengalaman pengawasan yang dituangkan dalam buku ini merupakan bagian penting dari perjalanan kelembagaan yang perlu didokumentasikan agar dapat dipelajari oleh generasi pengawas berikutnya. Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga memberikan inspirasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu dan pemilihan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhadi Sukendar Situmorang selaku Koordinator Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Sumatera Utara sekaligus perwakilan penulis menjelaskan bahwa proses penulisan buku Jejak Pengawasan Pilkada merupakan bagian dari upaya merekam perjalanan pengawasan Pilkada, termasuk pengalaman, dinamika, dan berbagai catatan yang muncul selama pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Menurut Suhadi, penyusunan buku ini membutuhkan proses penghimpunan pengalaman dan pemikiran dari para penulis agar berbagai peristiwa dan praktik pengawasan yang telah dilaksanakan dapat tersusun menjadi dokumentasi yang memiliki nilai bagi kelembagaan. Pengalaman tersebut perlu dituliskan sehingga tidak berhenti sebagai ingatan personal, tetapi dapat menjadi pengetahuan bersama yang bisa dipelajari dan dikembangkan.

“Penulisan buku Jejak Pengawasan Pilkada merupakan sebuah perjalanan untuk merekam pengalaman dan dinamika pengawasan yang telah dilalui. Banyak pembelajaran yang dapat kita ambil dari setiap tahapan Pilkada, mulai dari upaya pencegahan, pengawasan, hingga keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Melalui buku ini, kami ingin memastikan bahwa pengalaman tersebut terdokumentasi dengan baik dan dapat menjadi referensi bagi jajaran pengawas pemilu maupun masyarakat yang ingin memahami perjalanan pengawasan Pilkada,” jelas Suhadi.

Suhadi juga berharap buku tersebut dapat menjadi kontribusi bagi penguatan literasi kepemiluan dan pengembangan pengetahuan pengawasan, sekaligus mendorong jajaran Bawaslu untuk terus mendokumentasikan pengalaman serta praktik baik dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan.

 

2

 

Diskusi dimoderatori oleh Suryanti Lubis dengan menghadirkan perwakilan penulis, yakni Suhadi Sukendar Situmorang dan Oda Kinata Banurea bersama para penulis lainnya yang hadir secara daring.  Kehadiran para penulis memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih jauh proses penyusunan buku, latar belakang penulisan, serta nilai dokumentasi pengalaman pengawasan Pilkada bagi kelembagaan.

Dalam kegiatan tersebut, para panelis memberikan tanggapan dan perspektif terhadap buku Jejak Pengawasan Pilkada. Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai pengalaman pengawasan, tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilihan, serta pentingnya menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bahan pembelajaran untuk pelaksanaan pengawasan pada masa mendatang.

Melalui sesi diskusi yang dipandu moderator, peserta juga memperoleh ruang untuk memahami berbagai catatan dan pengalaman yang dituangkan dalam buku. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan kelembagaan, menjadi referensi bagi jajaran pengawas pemilu, serta mendukung pengembangan praktik pengawasan yang semakin baik.

Melalui kegiatan bedah buku ini, Bawaslu Provinsi Sumatera Utara mendorong tumbuhnya budaya literasi, diskusi, dan evaluasi di lingkungan kelembagaan. Dengan demikian, pengalaman pengawasan tidak hanya menjadi catatan perjalanan, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran dalam memperkuat pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan pada masa mendatang.

Penulis : Suryanti Lubis

Foto: Humas 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle