Bawaslu Sumut Ikut Awasi Coklit Data Pemilih di Wilayah Pinggiran
|
Simalungun, Bawaslu Sumut- Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang turun langsung mengawasi pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pemilu 2024 di TPS 001 Nagori Banuh Raya Kecamatan Panombeian Panei pada Selasa (22/2/2023).
"Kita ingin memastikan bahwa semua daerah dicoklit oleh petugas," kata Suhadi sesaat setelah sampai di lokasi coklit.
Suhadi yang didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun M.Aidil Saragih mengatakan bahwa ada beberapa wilayah yang rawan yang harus diawasi.
"Saya tertarik dengan daerah-daerah yang berada di pinggiran kota, pedesaan, sungai, perbukitan, pegunungan dan perkebunan karena bagi saya ini masuk kategori rawan yang rawan juga tidak dilakukan coklit oleh petugas," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Sumut ini.
Suhadi menjelaskan bahwa Bawaslu harus memastikan bahwa semua warga yang memenuhi syarat agar masuk dalam daftar pemilih.
"Maka hari ini saya didampingi oleh Bawaslu Simalungun untuk memastikan bahwa Pantarlih melakukan coklit dari rumah ke rumah sesuai SOP, mekanisme dan prosedur dan tidak ada yang terlewatkan satupun karena ini menyangkut hak konstitusional warga yang sudah memenuhi syarat untuk ikut dalam pemilu 2024 yang akan datang," tegasnya.
Di tempat yang sama, M.Aidil mengungkapkan bahwa di Kabupaten Simalungun masih banyak dijumpai daerah-daerah yang akses menuju lokasi masih belum bagus. Aidil mencontohkan Kecamatan Panombei Panei merupakan salah satu dari 35 kecamatan di Simalungun yang berada di pinggiran kota.
"Jarak dari Ibukota Simalungun ke Ibukota Kecamatan Panombei Panei sekitar 20 KM, namun walaupun begitu akses jalan menuju desa-desa atau nagori masih ada yang belum diaspal dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Simalungun ini juga menambahkan bahwa daerah-daerah tersebut rawan tertinggal untuk dicoklit.
"Pengawas harus memastikan pantarlih melakukan coklit tanpa ada yang tertinggal," tegasnya.
Setelah pelaksanaan monitoring, dilakukan diskusi dengan Panwas Kecamatan Panombei Panei dan PKD Nagori Banuh Raya.
"Tetap semangat mengawasi, jaga kesehatan dan yang penting selalu catatkan hasil pengawasan dalam LHP," pungkas Suhadi.
Penulis : Suryanti Lubis
Editor : Septia M Siregar
Foto : Yustina
"Saya tertarik dengan daerah-daerah yang berada di pinggiran kota, pedesaan, sungai, perbukitan, pegunungan dan perkebunan karena bagi saya ini masuk kategori rawan yang rawan juga tidak dilakukan coklit oleh petugas," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Sumut ini.
Suhadi menjelaskan bahwa Bawaslu harus memastikan bahwa semua warga yang memenuhi syarat agar masuk dalam daftar pemilih.
"Maka hari ini saya didampingi oleh Bawaslu Simalungun untuk memastikan bahwa Pantarlih melakukan coklit dari rumah ke rumah sesuai SOP, mekanisme dan prosedur dan tidak ada yang terlewatkan satupun karena ini menyangkut hak konstitusional warga yang sudah memenuhi syarat untuk ikut dalam pemilu 2024 yang akan datang," tegasnya.
Di tempat yang sama, M.Aidil mengungkapkan bahwa di Kabupaten Simalungun masih banyak dijumpai daerah-daerah yang akses menuju lokasi masih belum bagus. Aidil mencontohkan Kecamatan Panombei Panei merupakan salah satu dari 35 kecamatan di Simalungun yang berada di pinggiran kota.
"Jarak dari Ibukota Simalungun ke Ibukota Kecamatan Panombei Panei sekitar 20 KM, namun walaupun begitu akses jalan menuju desa-desa atau nagori masih ada yang belum diaspal dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Simalungun ini juga menambahkan bahwa daerah-daerah tersebut rawan tertinggal untuk dicoklit.
"Pengawas harus memastikan pantarlih melakukan coklit tanpa ada yang tertinggal," tegasnya.
Setelah pelaksanaan monitoring, dilakukan diskusi dengan Panwas Kecamatan Panombei Panei dan PKD Nagori Banuh Raya.
"Tetap semangat mengawasi, jaga kesehatan dan yang penting selalu catatkan hasil pengawasan dalam LHP," pungkas Suhadi.
Penulis : Suryanti Lubis
Editor : Septia M Siregar
Foto : Yustina