Humas Bawaslu: Dari Data Lapangan Menjadi Literasi Demokrasi
|
Kabupaten Dairi – Masa non-tahapan pemilu adalah ruang emas bagi Bawaslu untuk memperkuat citra kelembagaan. Data yang terkumpul dari lapangan adalah modal intelektual (intellectual capital) yang bila diolah dengan baik dapat menjadi konten edukasi, publikasi media, hingga literasi demokrasi bagi masyarakat luas. Hal ini disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Koordinator Divisi Humas, Data, dan Informasi, Saut Boangmanalu, saat memimpin rapat kerja di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Dairi, Jumat (12/9/2025). Menurut Saut, data adalah energi utama kelembagaan. “Data tidak berhenti pada tabel dan grafik. Ia harus ditransformasi menjadi narasi yang hidup, siaran pers yang mencerahkan, dan berita yang membangun trust publik (kepercayaan publik). Inilah esensi humas modern: mengolah data menjadi pengetahuan yang dapat diakses, dipahami, dan memberi arah,†tegasnya. Menjawab pertanyaan apa peran humas dalam demokrasi, ia menegaskan: “Humas berperan strategis mengubah data lapangan menjadi informasi yang sederhana dipahami publik dengan prinsip akurat, cepat, relevan, dan kredibel. Di tangan humas, angka berubah menjadi cerita, dan cerita menjadi kekuatan yang membentuk persepsi masyarakat.†Saut juga menekankan pentingnya membangun kultur kelembagaan yang kuat: “Setiap orang adalah wajah lembaga. Publik menilai Bawaslu dari disiplin, integritas, dan bahasa sikap kita. Karena itu, mari kita bangun Bawaslu di atas nilai-nilai integritas, transparansi, disiplin, dan kebersamaan. Kredibilitas lembaga lahir dari komitmen kolektif, bukan dari satu orang saja,†ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia mendorong seluruh jajaran agar tidak sekadar bekerja prosedural, melainkan berorientasi pada nilai (value-driven). “Kelembagaan Bawaslu harus tampil produktif, kompetitif, dan mandiri—membangun identitas sebagai pengawas demokrasi yang berintegritas dan dipercaya masyarakat,†pungkasnya. Turut hadir dalam rapat kerja, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Dairi Idrus Maha (Ketua), Rizal Banurea, Lindawati Simanjuntak, dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Dairi beserta staf sekretariat.
