Bawaslu Sumut Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Stakeholder, Suhadi: Pemilu Milik Kita Bersama
|
Medan, Bawaslu Sumut - Dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilihan, Bawaslu Sumut menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Cambridge Medan pada Selasa (21/3/2023).
Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang dalam sambutannya mengatakan bahwa Bawaslu tidak dapat berjalan sendiri dalam pengawasan pemilihan.
"Dari sisi jumlah personil, pengawas itu terbatas, sementara tahapan pemilihan itu rawan kecurangan dan terjadi di setiap sudut kehidupan masyarakat, kami tidak mungkin menghempang kerawanan yang terjadi dibalik gunung, di pelosok, di daerah terpencil dan ditengah-tengah masyarakat, oleh karena itu kami mengajak elemen masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif," katanya dihadapan peserta sosialisasi yang berasal dari Organisasi Masyarakat, Pemilih Pemula dari sejumlah pelajar SMA, Lembaga Keagamaan dan media massa.
Lebih lanjut Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Sumut ini menyatakan bahwa pemilu itu bukan hanya milik Bawaslu, KPU maupun Pemerintah, tetapi milik semua rakyat Indonesia.
"Pemilu itu milik kita semua, oleh karena itu kita harus berperan serta di dalamnya. Ibarat sebuah pesta bahwa semua orang diberi kesempatan untuk mengambil. Ada yang bertugas menerima tamu, menghidangkan makanan dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pemilu, kita diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam pesta demokrasi tersebut," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Mantan Ketua KPU Samosir ini menyatakan bahwa Bawaslu Sumut dalam pengawasan partisipatif melibatkan semua unsur masyarakat.
"Tidak hanya ke media massa, pemilih pemula, lembaga keagamaan maupun ormas sebagaimana yang hadir pada saat ini, tetapi Bawaslu Sumut juga telah melakukan sosialisasi ke penyandang disabilitas, pemantau pemilu, penyintas narkoba, kampus, SKPP, Kampung Sejahtera," ungkapnya.
Pada kegiatan sosialisasi ini, sejumlah akademisi hadir menjadi narasumber yaitu Dr. Faisal Reza dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), DR.Indra Gunawan Purba,SH.,MH yang merupakan Wakil Rektor III Universitas Al Azhar Medan dan Fredick Boven Ekayanta dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.
Faisal Riza menyatakan bahwa potensi kerawanan dapat diantisipasi dengan keterlibatan publik dalam setiap tahapan pemilu.
" Peran aktif semua pemangku kepentingan termasuk keterlibatan publik dalam setiap tahapan pemilu perlu terus ditingkatkan guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat menghambat jalannya pemilu dan demokrasi," ungkapnya saat memberi pemaparan.
Senada, Fredick Boven juga menyatakan bahwa kerawanan pemilu berpotensi menghambat proses pemilu yang demokratis.
"Pemilu sebagai arena konstestasi tempat berbagai macam kepentingan yang dapat menyebabkan benturan dan konflik, oleh karena itu keterlibatan aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan, contohnya mari memilih sesuai hati nurani bukan karena hasutan atau pengaruh," jelasnya.
Sementara DR.Indra Gunawan menyatakan bahwa kualitas demokrasi yang baik itu tercermin dari penyelenggaraan pemilu yang berintegritas yaitu penyelenggara yang kompeten, kredibel dan berintegritas, partai politik dan kandidat yang berintegritas, pemilih yang berintegritas, dukungan pemerintah yang berintegritas dan masyarakat sipil yang beritegritas.
"Tugas kita sebagai warga negara yang baik adalah bagaimana amanat UUD 1945 berjalan dengan baik, karena pemilu itu adalah memilih dan dipilih yang merupakan hak konstitusional dan pemilu itu bagian dari kontrak kita ke negara," katanya
Penulis : Suryanti Lubis
Editor : Septia Siregar
Foto : Suryanti Lubis
Penulis : Suryanti Lubis
Editor : Septia Siregar
Foto : Suryanti Lubis