Humas Bawaslu Ujung Tombak Strategi Komunikasi Publik
|
Medan, Bawaslu Sumut - Ketua Bawaslu Sumut M Aswin Diapari Lubis menyebutkan bahwa ujung tombak bagaimana masyarakat mengenal program-program bawaslu, visi dan misi bawaslu kepada masyarakat adalah humas.
Humas harus aktif memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap memiliki penilaian yang baik terhadap lembaga bahwa bawaslu betul-betul bekerja dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mengawas. Hal ini Ia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi Dokumentasi Publik pada Tahapan Masa Kampanye yang dilaksanakan di Hotel Grand Antares, Rabu (29/11/2023).
Selain itu, Saut Boangmalu menambahkan siap untuk mendorong kebutuhan fasilitas kehumasan kabupaten/kota sehingga kerja-kerja pengawasan dapat terkawal dengan baik.
Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Situmorang menjelaskan bahwa humas itu adalah wajah lembaga.
“Mari kita poles dan berinovasi serta memberi penilaian positif kepada masyarakat, dengan kemajuan tehnologi saat ini membantu kita untuk berinovasi, berkreasi dan berpartisipasiâ€. Tuturnya.
Sementara itu Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty yang turut hadir dalam kegiatan ini berkesimpulan bahwa kegiatan kehumasan ini penting karena kerja bawaslu 10 tahun yang akan datang tergantung kualitas dokumentasi baik maka wajah lembaga akan baik juga, mengawal anggaran kehumasan untuk mendorong fasilitas dalam melakukan strategi pengawasan, wajah kelembagaan itu harus dibekap dengan komunikasi dengan media, dokumentasi dimasa kampanye menjadi penting karena humas yang bisa membuat pemberitaan negative menjadi positif.
“Pertaruhan wajah lembaga di masa kampanye, dipungut hitung, rekapitulasi, diperselisihan pemilu semua membutuhkan humas yaitu dokumentasi, postingan, publikasi yang dilakukan kehumasan akan menjadi data kelembagaan yang itu akan dibawa ke MK apabila ada sengketa perselisihan hasil untuk melakukan pencegahan.†Ungkapnya.
Lolly Suhenty juga menyampaikan bahwa seperti tagar humas yaitu “Pantang Pulang sebelum Tayang†. Merupakan tanggung jawab kita sebagai lembaga publik untuk menyampaikan infomasi kepada publik dengan cara professional. Ia mengajak bahwa apabila kita dianggap berprestasi ketika diumumkan di keanugrahan kehumasan, untuk itu Sumatera Utara tahun depan berani menerima tantangan.
“Harus biasa mendapatkan minimal 2 (dua) penghargaan keanugrahan kehumasan†Ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat beserta Staf Humas Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Erik Kurniawan, Editor Harian Tribun Medan Truly Okto Hasudungan Purba dan Perkumpulan Sulut Muda Inspirasi Medan Kristian Redison Simarmata.
Â
Penulis : Monica Manurung
Editor : Septia Maulid
Foto : Anju/Rahmat
Humas harus aktif memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap memiliki penilaian yang baik terhadap lembaga bahwa bawaslu betul-betul bekerja dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mengawas. Hal ini Ia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi Dokumentasi Publik pada Tahapan Masa Kampanye yang dilaksanakan di Hotel Grand Antares, Rabu (29/11/2023).
Selain itu, Saut Boangmalu menambahkan siap untuk mendorong kebutuhan fasilitas kehumasan kabupaten/kota sehingga kerja-kerja pengawasan dapat terkawal dengan baik.
Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Situmorang menjelaskan bahwa humas itu adalah wajah lembaga.
“Mari kita poles dan berinovasi serta memberi penilaian positif kepada masyarakat, dengan kemajuan tehnologi saat ini membantu kita untuk berinovasi, berkreasi dan berpartisipasiâ€. Tuturnya.
Sementara itu Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty yang turut hadir dalam kegiatan ini berkesimpulan bahwa kegiatan kehumasan ini penting karena kerja bawaslu 10 tahun yang akan datang tergantung kualitas dokumentasi baik maka wajah lembaga akan baik juga, mengawal anggaran kehumasan untuk mendorong fasilitas dalam melakukan strategi pengawasan, wajah kelembagaan itu harus dibekap dengan komunikasi dengan media, dokumentasi dimasa kampanye menjadi penting karena humas yang bisa membuat pemberitaan negative menjadi positif.
“Pertaruhan wajah lembaga di masa kampanye, dipungut hitung, rekapitulasi, diperselisihan pemilu semua membutuhkan humas yaitu dokumentasi, postingan, publikasi yang dilakukan kehumasan akan menjadi data kelembagaan yang itu akan dibawa ke MK apabila ada sengketa perselisihan hasil untuk melakukan pencegahan.†Ungkapnya.
Lolly Suhenty juga menyampaikan bahwa seperti tagar humas yaitu “Pantang Pulang sebelum Tayang†. Merupakan tanggung jawab kita sebagai lembaga publik untuk menyampaikan infomasi kepada publik dengan cara professional. Ia mengajak bahwa apabila kita dianggap berprestasi ketika diumumkan di keanugrahan kehumasan, untuk itu Sumatera Utara tahun depan berani menerima tantangan.
“Harus biasa mendapatkan minimal 2 (dua) penghargaan keanugrahan kehumasan†Ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat beserta Staf Humas Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Erik Kurniawan, Editor Harian Tribun Medan Truly Okto Hasudungan Purba dan Perkumpulan Sulut Muda Inspirasi Medan Kristian Redison Simarmata.
Â
Penulis : Monica Manurung
Editor : Septia Maulid
Foto : Anju/Rahmat