Kickoff Pendidikan Pengawasan Partisipatif: Bawaslu Tanamkan Kesadaran Soal Pemilu ke Masyarakat
|
Bawaslu Sumut - Medan, Bawaslu Provinsi Sumatera Utara (Sumut) didaulat menjadi Kick-Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)“Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat,†Kick-Off ini akan menentukan arah pendidikan pengawasan partisipatif secara khusus di Sumut.
Untuk memastikan pemilu yang ideal dimasa non tahapan, penting untuk fokus pada peningkatan kualitas demokrasi dan persiapan yang matang salah satunya adalah pendidikan pengawasan partisipatif.
“Ada jalan panjang menuju pemilu yang sangat berkualitas, salah satu cara untuk memastikan itu adalah melalui pendidikan pengawasan partisipatif, artinya masa non tahapan adalah masa kita menanam kesadaran soal pemilu milik semua orang, masa kita menyemai, masa kita menyiram sehingga nanti saat pemilu yang akan datang semua tatanan sudah siap termasuk kesadaran masyarakat untuk menjadikan pemilu milik sendiri sudah kuat,†ujarnya saat membuka Kick-Off P2P dengan tema 'Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat' pada Senin (7/7/2025).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas itu mengatakan Masa non tahapan bagi bawaslu menjadi sangat krusial.
“Tidak hanya Bawaslu, bagi Pemerintah kita, maka yang namanya program pendidikan pengawasan partisipatif masuk kedalam program prioritas nasional, karena ini menyokong program yang menjadi prioritas nasional, program yang sangat serius dan akan terus kita lakukan di masa non tahapan,†tegas Lolly.
Selanjutnya Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang selaku Koordinatir Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat memaparkan bahwa terdapat 3 Kabupaten/Kota yang ikut serta dalam P2P tahun 2025 yakni Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi, setiap Kabupaten/Kota mengutus pesertanya sebanyak 30 orang, total peserta 90 orang yang mewakili dari berbagai kelompok, ada kelompok perempuan, kelompok difabel, organisasi kemahasiswaan, alumni P2P/SKPP tahun 2019 s.d 2023, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan.
“Kami berharap kepada para peserta selama kegiatan ini menunjukkan integritas dan kemauan sebagai kader pengawas pemilu yang partisipatif dan memiliki jiwa kesukarelawanan, semoga mampu menjadi kontribuasi untuk sumut dalam melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu tahun 2029 yang akan datang,†harapnya.
Ketua Bawaslu Sumut M. Aswin Diapari Lubis menyampaikan kepada para peserta bahwa pendidikan ini sangat penting dalam menunjang pengawasan partisipatif pada pemilu 2029 yang akan datang.
“Saudara saudara harus benar - benar mengikuti secara penuh dan tidak meninggalkan lokasi pendidikan selama 3 hari kedepan, saudara saudaralah nanti menjadi pelopor di wilayah saudara masing - masing,†tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendukung P2P dengan mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. Menurutnya, P2P dapat membawa pesta demokrasi menjadi lebih tertib dan disiplin.
Saya minta pada peserta untuk mengikuti secara terus-menerus. Karena ini penting bahwa pelaksanaan P2P membawa pesta demokrasi yang lebih tertib dan disiplin, terutama dalam pelaksanaan dan penegakan undang-undang,"Â katanya.
Hadir pada acara tersebut Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Bawaslu RI, Tenaga Ahli (TA) Bawaslu RI, Anggota Bawaslu Sumut, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Sumut beserta jajaran, dan seluruh jajaran Bawaslu se-Indonesia yang dilakukan secara virtual, Forkopimda Sumut dan media.
Penulis : Dewi Mutiara
Foto : Humas Bawaslu Sumut
“Tidak hanya Bawaslu, bagi Pemerintah kita, maka yang namanya program pendidikan pengawasan partisipatif masuk kedalam program prioritas nasional, karena ini menyokong program yang menjadi prioritas nasional, program yang sangat serius dan akan terus kita lakukan di masa non tahapan,†tegas Lolly.
Selanjutnya Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang selaku Koordinatir Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat memaparkan bahwa terdapat 3 Kabupaten/Kota yang ikut serta dalam P2P tahun 2025 yakni Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi, setiap Kabupaten/Kota mengutus pesertanya sebanyak 30 orang, total peserta 90 orang yang mewakili dari berbagai kelompok, ada kelompok perempuan, kelompok difabel, organisasi kemahasiswaan, alumni P2P/SKPP tahun 2019 s.d 2023, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan.
“Kami berharap kepada para peserta selama kegiatan ini menunjukkan integritas dan kemauan sebagai kader pengawas pemilu yang partisipatif dan memiliki jiwa kesukarelawanan, semoga mampu menjadi kontribuasi untuk sumut dalam melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu tahun 2029 yang akan datang,†harapnya.
Ketua Bawaslu Sumut M. Aswin Diapari Lubis menyampaikan kepada para peserta bahwa pendidikan ini sangat penting dalam menunjang pengawasan partisipatif pada pemilu 2029 yang akan datang.
“Saudara saudara harus benar - benar mengikuti secara penuh dan tidak meninggalkan lokasi pendidikan selama 3 hari kedepan, saudara saudaralah nanti menjadi pelopor di wilayah saudara masing - masing,†tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendukung P2P dengan mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. Menurutnya, P2P dapat membawa pesta demokrasi menjadi lebih tertib dan disiplin.
Saya minta pada peserta untuk mengikuti secara terus-menerus. Karena ini penting bahwa pelaksanaan P2P membawa pesta demokrasi yang lebih tertib dan disiplin, terutama dalam pelaksanaan dan penegakan undang-undang,"Â katanya.
Hadir pada acara tersebut Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Bawaslu RI, Tenaga Ahli (TA) Bawaslu RI, Anggota Bawaslu Sumut, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Sumut beserta jajaran, dan seluruh jajaran Bawaslu se-Indonesia yang dilakukan secara virtual, Forkopimda Sumut dan media.
Penulis : Dewi Mutiara
Foto : Humas Bawaslu Sumut