Launching Maskot Pengawas Pemilu, Bagja Sampaikan Makna Pentingnya
|
Jakarta, Bawaslu Sumut- Bawaslu RI helat acara Launching Maskot Pengawas Pemilu dihadapan 1700 Pengawas Pemilu dari seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta pada Rabu, (22/11/2023).
Pada kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja sebut makna penting dari Burung Hantu yang menjadi Maskot Pengawas Pemilu, merupakan salah satu simbol dari pembelajaran, simbol investigasi dan ia mencari dalam kegelapan.
“Tugas Bawaslu mencari yang gelap-gelap itu, politik uang, pemaksaan, mobilisasi dan kawan-kawan†ujarnya.
Lebih lanjut Bagja menambahkan.
“Itulah tugas teman-teman semua seperti layaknya burung hantu yang menangkap sinyal-sinyal dalam kegelapan, karena biasanya pelanggaran itu jarang ada ditemukan dalam hal-hal yang terang. Biasanya nanti politik uang, masa tenang, kampanye diluar jadwal itu biasanya tidak terang-terangan†tandasnya.
Wasra dan Wasri begitu sebutan nama Maskot Pengawas Pemilu. Maskot ini terdiri dari dua karakter laki-laki dan perempuan yaitu Wasra (laki-laki) dan Wasri (perempuan), melambangkan kesetaraan gender dalam pengawasan Pemilu. Wasra sendiri adalah singkatan dari Pengawas Responsif dan Adil, sementara Wasri singkatan dari Pengawas Berintegritas. Hal ini sesuai dengan lembaga Bawaslu yang dituntut bekerja secara Responsif, Adil, dan berintegritas. Maskot Wasra dan Wasri memegang atribut berupa Lup/ Kaca Pembesar yang menggambarkan Bawaslu siap untuk mengawasi, ditulis oleh Syamsul Ma’arif sang pendesain Maskot.
Penulis : Rahmad Pasaribu
Editor : Septia Maulid
Foto : Humas Bawaslu