Lompat ke isi utama

Berita

Ratna : Soal Mengawasi, Perempuan Ahlinya

Ratna : Soal Mengawasi, Perempuan Ahlinya
Binjai – Dalam hal mengawasi, perempuan adalah ahlinya. Itulah mengapa kelompok perempuan ini harus jadi mitra," ujar Ratna Dewi Pettalolo dalam pembukaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Peran Penting Perempuan dalam Kesiapan Pengawasan Partisipatif Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 yang diadakan oleh Bawaslu Kota Binjai di Hotel Kardopa, Binjai (09/03/2020). Ada beberapa alasan kenapa kegiatan ini penting dilakukan. Antara lain sesuai undang-undang yang memerintahkan melakukan pengawasan partisipatif. Dalam hal ini yang dimaksud masyarakat adalah kelompok perempuan. Selanjutnya, pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, bermakna bahwa keterlibatan masyarakat tidak bisa diabaikan. Masyarakat dalam hal ini adalah pemilih. Tapi secara aktif terlibat dalam proses pengawasan, mulai dari tahapan, pemutakhiran data pemilih. "Hingga memastikan kita ikut terdaftar dan hak pilih kita dilindungi, sampai dengan tahapan pemungutan dan penghitungan suara, memastikan suara kita bisa tersalurkan. Tidak ada penyimpangan, tidak ada penggelembungan suara dan tidak ada penyalahgunaan kewenangan oleh penyelenggara. Sehingga tercipta proses pemilihan yang jujur dan adil," kata Ratna lagi. Kemudian, mengapa perempuan penting dilibatkan dalam pengawasan partisipatif?, Ratna menjelaskan secara statistik, angka pemilih perempuan itu hampir disemua pelaksanaan pemilihan selalu berada di atas 50 persen. Itu berarti suara perempuan sangat menentukan. Artinya, kualitas keterlibatan perempuan dalam pengawasan sehingga penghitungan menjadi perlu ditingkatkan kualitasnya. Menurut Ratna lagi, indikator pemilu itu hanya diukur dari 2 hal. Pertama prosesnya berjalan sesuai dengan peraturan perundang undangan dan asas pemilu. Kedua hasil yang terpilih itu adalah kepala daerah yang sesuai dengan pilihan hati. Artinya dilaksanakan tanpa kecurangan, tidak ada transaksi uang, tidak ada proses penggelembungan suara dan hal hal lain yang bisa menciderai suara rakyat. "Kemudian berdasarkan fakta fakta itulah, kami Bawaslu RI mengubah tagline kami sejak dilantik pada 2017. Taglinenya adalah bersama rakyat awasi pemilu,. Jadi rakyat itu kami posisikan sebagai kelompok yang punya tanggung jawab besar untuk ikut mengawasi proses pemilu. Karena pemilu itu bukan hanya milik penyelenggara dan peserta , tapi milik kita semua,” ujar Ratna Menurut Ratna, kelompok yang rentan terhadap politik uang adalah perempuan. Sehingga pemilih harus cerdas mengenali calon kepala daerahnya. "Maka kenali visi misinya, jejak rekam calonnya dan sebagainya," tegas Ratna lagi. “Peran perempuan dalam pengawasan partisipatif butuh komitmen moral dan keseriusan, kita harus menjadi kelompok yang pertama melakukan penolakan terhadap politik uang. Jadilah pemilih perempuan yang cerdas, pemilih yang tidak menggadaikan suaranya karena materi atau uang, sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berintegritas," tutup Ratna. Penulis   : Mika Situmorang Editor    : Darma Lubis Foto      : Wika
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle